Belajar Sendiri

Seperti yang pernah saya laporkan di tulisan tentang angka 37, saya sedang dalam masa belajar mandiri. Tidak hanya terbatas pada matematika, saya pun (berencana) belajar tentang beberapa hal lain yang sekiranya akan berguna, terutama jika saya lolos seleksi Beasiswa Pendidikan Indonesia dari LPDP dan bisa melanjutkan kuliah di University of Warwick.

Mohon luangkan waktu 60 detik untuk mendoakan saya, apapun keyakinan kalian. Terima kasih banyak.

Lanjut. Jika saya berhasil lolos seleksi beasiswa dan lanjut kuliah, saya punya waktu sekitar 6 bulan untuk bersiap diri secara akademis. Perlu diketahui bahwa saya sudah lulus kuliah sejak tahun 2013, dan belum pernah bekerja sebagai pegawai di perusahaan manapun. Artinya, saya jauh dari dunia akademis dan otak saya banyak dianggurkan (tidak dalam arti sebenarnya). Akan sangat berbahaya bila saya dan otak saya tidak siap menerima gempuran ilmu nantinya. Pokoknya berbahaya deh, tidak usah banyak tanya.

Lalu, apa yang harus saya pelajari? Sebelum menjawab pertanyaan itu, saya harus beritahu dulu bahwa saya akan belajar di Coursera, sebuah situs web yang menyediakan bermacam-macam Massive Open Online Course (gampangnya: kelas online gratis). Oh ya, selain Coursera, ada juga yang namanya Khan Academy dan edX. Nah, kalau yang itu betulan gratis.

Eh, sampai di mana kita? Oh ya. Nah, karena saya hendak melanjutkan pendidikan di program MSc Behavioural and Economic Science, saya merasa perlu untuk ikut kelas-kelas sebagai berikut (tidak diurutkan berdasarkan apapun):

  • Writing in the Sciences (Stanford University)
    Sesuai namanya, di kelas ini saya akan belajar cara menulis ilmiah. Perlu dipelajari karena saya tidak pernah menulis ilmiah lagi sejak skripsi, dan membuat tulisan ilmiah tidak semudah membuat tulisan di blog. Di edX, saya mendaftar di kelas yang sepertinya serupa bernama Principles of Written English.
  • A Beginner’s Guide to Irrational Behavior (Duke University)
    Kelas favorit saya. Sudah pernah dua kali diambil tanpa pernah menyelesaikannya. Kelas ini adalah semacam pengantar behavioral economics (BE). Diajar oleh Dan Ariely, penulis tiga buku best seller tentang BE sekaligus salah satu ilmuwan favorit saya. Di edX, lagi-lagi ada kelas yang serupa: Behavioural Economics in Action.
  • Understanding Research Methods (University of London)
    Kelas ini dan kelas Writing di atas, bagi saya, adalah kelas-kelas ‘dasar’. Ya, saya harus menguasai metode riset. Perlu saya jelaskan alasannya?
  • Data Analysis and Statistical Inference (Duke University)
    Kelas ini seakan adalah kelas pendamping dari Research Methods, karena di UI dulu saya belajar Statistika dan Metode Penelitian dalam satu kuliah. Cetek ya alasannya.
  • Think Again: How to Reason and Argue (Duke University)
    Jujur, saya merasa berargumen adalah salah satu kelemahan terbesar yang saya miliki. Saya adalah orang yang cenderung tidak percaya diri dalam mengungkapkan pendapat, terutama ketika saya tidak terlalu menguasai apa yang sedang dibicarakan atau, yang lebih parah, takut salah. Oleh seorang teman yang sekarang sedang berkuliah di Belanda, ketepatan dalam berpikir dan berpendapat adalah salah satu kunci sukses seorang akademisi.
  • Game Theory dan Game Theory II: Advanced Applications (Stanford University dan The University of British Columbia)
    Game theory, bagi saya, adalah salah satu bidang kajian ‘standar’ dalam BE. Saat ini, saya bisa dibilang hampir buta tentang ilmu ini, yang merupakan situasi yang berbahaya.
  • Competitive Strategy (Ludwig-Maximilians-Universität München)
    Pada dasarnya kelas ini juga adalah kelas game theory. Saya tertarik pada kelas ini karena sepertinya lebih sederhana daripada dua kelas di atas. Kemaraan (progress) saya di kelas ini bahkan sudah sebanyak 5%.
  • Introduction to Mathematical Thinking (Stanford University)
    Ini yang paling penting. Saya sangat, sangat lemah di matematika. Lemah sekali. Tapi saya tidak ingin terus-terusan berada di kondisi itu. Saya sadar bahwa penguasaan matematika adalah wajib bagi seorang behavioral scientist. Meski begitu, saya tidak akan masuk ke kelas ini hingga saya cukup percaya diri dengan menguasai lebih banyak kemampuan dasar dan lanjutan matematika di Khan Academy (klik tautan pertama di tulisan ini).

Di luar kuliah, saya (melalui petuah teman dari Belanda tadi) juga ingin sekali menugasi diri saya sendiri untuk:

  • Membaca artikel-artikel jurnal tentang BE, terutama yang sudah ada di harddisk komputer saya. Tujuannya adalah agar saya terbiasa dengan hal tersebut (lagi).
  • Melakukan review terhadap artikel-artikel tadi, sehingga saya terlatih untuk berpikir kritis sekaligus mengasah kemampuan saya mengungkapkan argumentasi dalam bentuk tulisan. Saya menemukan sebuah blog keren yang bisa dijadikan acuan: dark side of the nudge.
  • Ditambahkan kemudian. (Karena dua poin kurang sreg di mata)

Ya, begitulah. Bagaimanapun, saya sadar bahwa kemampuan saya untuk bertahan pada rencana hampir setara dengan ikan kembung, sehingga mungkin tidak semua kelas dan tugas diri akan saya selesaikan 100%, meskipun pasti saya akan berusaha ke sana (karena katanya gantunglah cita-citamu setinggi langit-langit kamar). Tujuan saya hanyalah ingin menjadi lebih siap, kok, meskipun definisi siap saya adalah ‘menghancurkan ekspektasi bule-bule akan pelajar asal Indonesia’. Haha, ha. Sekali lagi, saya mohon doanya ya.

Iklan